Judi online telah menjadi masalah serius di Indonesia, dengan sekitar 8,8 juta orang terlibat dalam aktivitas ilegal ini.
Angka yang terus meningkat setiap tahunnya mengundang perhatian pemerintah dan pihak berwenang.
Dalam upaya menanggulangi penyebaran judi online, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta operator seluler telah mengadakan pertemuan untuk merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.
Berdasarkan data terbaru, jumlah pemain judi online di Indonesia saat ini mencapai 8,8 juta orang.
Angka ini mencakup berbagai jenis permainan daring, mulai dari taruhan olahraga hingga kasino virtual. Tanpa adanya upaya pencegahan yang efektif, jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.
“Kami mengadakan rapat koordinasi bersama Komdigi, PPATK, dan operator seluler untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil guna menanggulangi judi online dan aktivitas ilegal lainnya di ruang digital,” ujar Ismail, Plt Infrastruktur Digital Komdigi.
Salah satu langkah yang akan diambil oleh pemerintah adalah mengirimkan SMS peringatan kepada pemain judi online yang teridentifikasi. Langkah ini diharapkan dapat mengingatkan mereka untuk menghentikan aktivitas yang melanggar hukum dan berisiko merugikan.
“Melalui kerjasama dengan operator seluler, kami akan mengirimkan pesan kepada pemain judi online agar mereka segera berhenti. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menanggulangi judi online yang menurut KUHP Pasal 303 termasuk tindak pidana,” kata Danang Tri Hartono, Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK.
Selain pengiriman SMS peringatan, pertemuan antara Komdigi, PPATK, dan operator seluler juga membahas upaya lain untuk meminimalkan penyalahgunaan pulsa sebagai alat transaksi dalam judi online.
Operator seluler diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan melakukan pemblokiran terhadap transaksi pulsa yang terindikasi digunakan untuk judi online.
“Kami akan melanjutkan pembahasan ini dalam rapat teknis untuk merumuskan langkah-langkah yang lebih rinci dan implementasi yang lebih efektif,” ungkap Ismail.
Masalah judi online bukan hanya menjadi ancaman bagi individu, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan stabilitas sosial.