Kapuspen Mabes TNI Minta Warga Laporkan Jika Ada Prajurit Intimidasi Demonstran Saat Unjuk Rasa Tolak UU TNI

Date:

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI, Kristomei Sianturi, meminta masyarakat melapor jika ada prajurit yang mengintimidasi demonstran dengan kekerasan saat unjuk rasa penolakan UU TNI di seluruh daerah berlangsung.

“Apabila memang ditemukan prajurit TNI itu melakukan kekerasan, artinya, dan ini kami juga mohon maaf, tolong kalian ada bukti-buktinya, serahkan kepada polisi militer setempat, sehingga kita bisa proses hukum,” kata Kristomei saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (27/3).

Menurut Kristomei, prajurit TNI yang menjaga jalannya aksi demo harus bersikap humanis kepada para demonstran. Dia menjelaskan para prajurit tersebut hadir justru untuk memastikan massa dapat menjalankan aksi demonstrasi dengan aman kondusif.

Oleh karena itu, dia memerintahkan seluruh prajurit untuk tidak mudah terprovokasi jika ada benturan dengan massa yang berpotensi menimbulkan keributan.

Tidak hanya kepada para prajuritnya, Kristomei juga menghimbau massa agar bisa menahan diri dan tidak menunjukkan sikap provokatif saat demonstrasi berlangsung.

“Jangan saling memprovokasi, apalagi ini bulan Ramadhan, bulan suci, harusnya bisa saling kita menjaga diri,” kata dia.

“Dengan demikian para teman-teman yang tadi berdemo itu, bisa menyatakan pendapatnya, secara baik, secara lancar, tanpa harus mencederai, tanpa harus merusak,” tambah Kristomei.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Sinergita TNI-Polri Hingga K/L Jaga Arus Balik Mudik

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi...

Komitmen Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Sejumlah orang yang ditemui di Pasar Ciputat, Tangerang, Kamis...

Harga Pangan Terkendali Faktor Perbaikan Ekonomi Usai Lebaran

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan salah...

Samuel Economics Notes: IDR Intervention 5 April 2025

■ To stabilize the Indonesian Rupiah (IDR), which is...